Monday, May 11, 2015

Kata sejarah berasal dari bahasa arab yakni dari kata “Syajarotun” yang mengandung makna sebagai  pohon,  hal ini berarti bahwa sejarah bila di kaji secara simetris maka hampir menyerupai pohon, dimana dalam tubuh pohon terdapat ranting, cabang, yang mana pertumbuhannya di mulai dari sebuah bibit dan kemudian berkembang menjadi besar dengan waktu yang cukup lama kemudian menjadi tumbang. Disisi lain sejarah di katakan sebagai sebuah kata silsilah, kisah, hikayat menurut bahasa islam. Yang mana dalam memaknai sejarah maka akan di berikan 2 konsep besar yang mengartikan sejarah adalah :
Susunan dari rangkaian peristiwa pada masa lampua, keseluruhan hasil pengalaman manusia dan sebagai suatu cara fakta fakta dapat terseleksi, dan kemudian di ubah dan di jabarkan dan lalu di analisis.

Pengertian Sejarah Peradaban Islam

Konsep yang perlu di ketahui adalah:
  • Pertama adalah bahwa konsep sejarah akan memberikan pemahaman akan arti objektif tentang masa lampu atau yang telah lewat.
  • Kedua adalah sejarah adalah menunjukan makna yang subjektif karena  masa lalu tersebut adalah sebuah kisah atau cerita.
  • Dengan pemahaman mengenai sejarah dan artinya secara luas maka disini anda akan di jelaskan mengenai pengertian sejarah peradaban islam menurut para ahli.
Dimana para orang pemikir  atau para ahli yang berasal dari umat islam mengartikan sejarah peradaban islam  merupakan suatu perkembangan dari kemajuan kebudayaan islam dalam kacamata sejarahnya dan peradaban islam mengandung berbagai pengertian yang sangat luas lainnya.
Yang pertama sejarah peradaban islam merupakan hasil dari kemajuan dari tingkat kecerdasan akal ada dalam satu periode kekuasaan islam yang di mulai dari periode Nabi Muhammad SAW hingga perkembangan islam saat ini.
Yang kedua sejarah peradaban islam merupakan kumpulan hasil hasil  yang telah di capai oleh umat islam pada lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan serta kesenian.
Yang ketiga sejarah peradaban islam merupakan kemajuan dari politik kekuasaan islam yang telah perperan dalam melindungi pandangan hidup islam terutama dalam  kaitannya dengan ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup yang ada  di masyarakat.


Saturday, May 9, 2015

Maklah Tanda Baca

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
          Setiap karya tulis ilmiah (makalah, skripsi, laporan penelitian) dan wacana tulis dinas (laporan kegiatan, laporan tugas dinas) menerapkan aturan-aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). EYD memberikan salah satu dari beberapa pedoman yang ada, yaitu penggunaan tanda baca. Pemakaian tanda baca menjadi bahasan yang sangat penting, karena setiap karya tulis ilmiah membutuhkan tanda baca.
            Kesalahan yang sangat fatal, apabila dalam suatu karya tulis ilmiah salah dalam memakai tanda baca. Masalah tersebut muncul akibat kurangnya memahami tanda baca dengan baik dan benar. Namun masalah tersebut dapat dikontrol agar tidak menjadi kesalahan yang berkelanjutan. Perlu diketahui, bahwa tanda baca dalam EYD ada beberapa macam, antara lain: (1) tanda titik (.), (2) tanda koma (,), (3) tanda titik koma (;), (4) tanda titik dua (:), (5) tanda hubung (-), (6) tanda tanya (?), (7) tanda seru (!), (8) tanda kurung (( )), (9) tanda garis miring (/), (10) tanda petik (“…”).
            Bahasa tulisan sebagai sebagai salah satu bentuk wacana yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya mensyaratkan seorang penulis untuk menguasai kaidah-kaidah bahasa, khususnya penggunaan EYD. Karena dengan pengusaaan terhadap kaidah EYD, dapat dipastikan pesan informasi yang disampaikan dalam tulisannya dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya (Syarif Yunus, 2012).
            Banyak sekali buku, makalah, media massa yang membahas penggunaan tanda baca dalam karya tulis ilmiah, tetapi kurang intensif. Pembahasan mengenai tanda baca akan diperjelas, dengan memperhatikan aturan yang ada (EYD).
            Dengan mempertimbangkan kajian tersebut, makalah ini mengkaji pengunaan tanda-tanda baca yang akan memberikan pedoman dalam penulisan karya tulis ilmiah.
1.2 Rumusan Masalah
  Berdasarkan latar belakang, masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut.
1) Apa pengertian tanda baca?
2) Bagaimana pemakaian tanda baca?
3) Apa akibat yang ditimbulkan jika salah dalam memakai tanda baca?
4) Apa solusi terbaik agar tidak ada kesalahan dalam memakai tanda baca? 
1.3 Tujuan Penulisan
  Keempat masalah tersebut dibahas dalam makalah ini dengan tujuan:
1) mendeskripsikan pengertian tanda baca;
2) menjelaskan pemakaian tanda baca;
3) mendeskripsikan akibat yang ditimbulkan jika salah dalam memakai tanda baca;
4) mendeskripsikan solusi terbaik agar tidak ada kesalahan dalam memakai tanda baca.
Bab II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanda Baca
Tanda baca menurut Ensiklopedi Wikepedia, dipahami sebagai berikut.
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.
            Tanda baca menjadi sangat penting, karena dengan memperhatikan tanda baca dalam suatu aturan yang disepakati yaitu (EYD) memberikan peniliaian tersendiri terhadap hasil karya tulis ilmiah itu sendiri. Kesalahan pemakaian tanda baca dalam penulisan suatu kata akan berdampak terhadap arti kata itu sendiri.
2.2 Pemakaian Tanda Baca
            Pemakaian tanda baca bersangkutan dengan (1) tanda baca apa yang tepat dipilih dalam menuliskan kalimat atau karangan dalam bahasa Indonesia dan (2) bagaimana cara menuliskan tanda baca tersebut (rapat ataukah renggang/spasi). EYD memberikan salah satu pedoman dalam hal penggunaan tanda baca, tanda baca yang akan dibahas dalam makalah ini adalah (1) tanda titik (.), (2) tanda koma (,), (3) tanda titik koma (;), (4) tanda titik dua (:), (5) tanda hubung (-), (6) tanda tanya (?), (7) tanda seru (!), (8) tanda kurung ((…)), (9) tanda garis miring (/), (10) tanda petik (“…”). Serta tanda baca yang mempunyai arti khusus yang menjadi pedoman untuk kita bersama.
2.2.1 Tanda titik (.)
          Tanda titik dalam pemakaiannya ada beberapa macam, 3 diantaranya yaitu.
1) Pemakaian tanda titik pada akhir kalimat. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Ibu pergi ke Surabaya esok hari.                   SALAH
         2  Ibu pergi ke Surabaya esok hari.                   BENAR
            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Yang benar (Langsung tanda titik akhir kalimat tanpa spasi) seperti (a2).
1) Tanda titik pada akhir singkatan nama orang, misal: Mas Ageng Prastiyo, perhatikan contoh penyingkatanyya berikut.
a) 1  M. A. P.                      SALAH
         2  M. Ageng P.               BENAR
          Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penyingkatan nama tidak boleh seluruhnya, sebagian saja karena agar mudah dimengerti seperti pada (a2).
1) Tanda titik pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan. Perhatikan contoh berikut.
a) 1  Prof Ageng Prastiyo   SALAH
         2  Prof. Ageng Prastiyo  BENAR
Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2), Prof tanpa diikuti titik akan menjadi bagian dari nama bukan gelar seperti (a1), dan akan menjadi salah. Jika diikuti dengan titik orang akan tahu, kalau itu gelar Profesor,  dengan disingkat seperti (a2).
2.2.2 Tanda Koma (,)
          Tanda koma dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1) Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Kelompok satu terdiri dari Ageng,Jupri,dan Adek.                SALAH
            2  Kelompok satu terdiri dari Ageng, Jupri, dan Adek.             BENAR
Perhatikan perbedaan (a1) dengan(a2). Yang benar setelah kata langsung koma, setelah koma diberi 1 spasi lalu berlanjut kata selanjutnya  seperti (a2).
2.2.3 Titik Koma (;)
   Tanda titik koma dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1) Titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat setara. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Hari sudah malam ; Jupri belum pulang juga.            SALAH
         2   Hari sudah malam; Jupri belum pulang juga.            BENAR
            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Yang benar setelah kata langsung tanda titik dua tanpa spasi, setelah itu 1 spasi lalu berlanjut kata selanjutnya seperti (a2).
2.2.4 Tanda Titik Dua (:)
   Tanda titik dua dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1)   Tanda titik dua dipakai pada akhir pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian. Perhatika contoh berikut!
a)  1  Anto disuruh bapak membeli barang-barang seperti : kayu, paku dan palu.             SALAH
          2  Antoh disuruh bapak membeli barang-barang seperti: kayu, paku, dan palu.          BENAR
          Perhatikan perbedaan (a1) dan (a2). Tanda titik dua yang benar dalam penulisannya adalah seperti pada (a2).
2.2.5 Tanda Hubung (-)
          Tanda hubung dalam pemakainnya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1) Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa Asing. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  diekspor          SALAH
         2  di-ekspor        BENAR
            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan yang benar pada (a2).
2.2.6 Tanda Tanya (?)
          Tanda tanya dalam pemakaianny ada beberapa macam, dua diantaranya yaitu.
1) Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Bagaimana pendapat anda tentang makalah ini ?               SALAH
         2  Bagaimana pendapat anda tentang makalah ini?                BENAR
            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan pada (a1) akhir kalimat tanda tanya muncul setelah adanya spasi/renggang, hal ini tidak diperkenankan karena tidak sesuai aturan EYD. Yang benara adalah pada (a2).
1) Tanda tanya dipakai diantara tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang
disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Kecepatan motor Rudi mencapai 100 km/jam.          SALAH
   2  Kelajuan motor Rudi mencapai 100 km/jam.             BENAR
          Perhatikan Perbedaan (a1) dengan (a2). Kecepatan dalam ilmu teknik adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Namun pada (a1) hanya menyertakan nilainya saja. Jikalau demikian, maka penulisannya lebih baik pada (a2).
2.2.7 Tanda Seru (!)
Tanda seru dalam pemakaiannya ada beberapa macam. Satu diantaranya yaitu.
1) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan perintah, atau yang menggambarkan kesungguhan dan emosi yang kuat. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Cepat kamu makan !              SALAH
         2  Cepat kamu makan!               BENAR
       Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan yang benar seperti pada (a2) karena EYD tidak memperbolehkan penulisan kata seperti pada (a1). 
2.2.8   Tanda Kurung ((…))
Tanda kurung dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1) Tanda kurung dipakai mengapit keterangan atau penjelasan. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  EYD                                                               SALAH
         2  EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)              BENAR
          Perhatikan perbedaan antara (a1) dengan (a2). Mengapa pada (a1) salah, karena tanpa diikuti keterangan, seharusnya yang benar seperti pada (a2), agar jelas.
2.2.9 Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.
1) Tanda garis miring untuk menggantikan kata atau. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  No. 8 / XXII / 2000               SALAH
    2  No.8/XXII/2000                    BENAR
     Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) memberikan asumsi baris baru. Pada (a2) memberikan asumsi atau. Yang bernar adalah (a2).
2.2.10 Tanda Petik (“…”)
Tanda petik dalam pemakaiannya ada beberapa macam, dua diantaranya yaitu.
1) Tanda petik untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Kedua pasang tanda petik itu sama tinggi di sebelah atas baris. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Ageng berkata, “Besok saya akan pergi ke Untag Surabaya.”                      SALAH
         2  Ageng berkata, “Besok saya akan pergia ke Untag Surabaya”.                    BENAR
          Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) jelas salah, peletakan tanda baca yang kurang tepat. Yang benar adalah pada (a2).
2) Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Perhatikan contoh berikut!
a) 1  Penyakit Malaria biasanya ditularkan melalui nyamuk.                     SALAH
    2  Penyakit “Malaria” biasanya ditularkan melalui nyamuk.                  BENAR
            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) Malaria merupakan istilah ilmiah, jelas salah bila hanya ditulis biasa tanpa tanda khusus yaitu tanda petik.
2.2.11 Tanda Baca Yang Memiliki Arti Khusus
          Perbedaan rapat dengan spasi suatu tanda baca bukan sekedar soal pengetikan. Beberapa tanda memiliki arti khusus dengan penulisan itu. Tidak percaya? Perhatikan tabel 01!
Tabel 01 Pemakaian Spasi/Rapat Tanda Baca
DITULIS RAPAT
DITULIS RENGGANG/SPASI
Contoh
Arti
Contoh
Arti
1 – 48
Dikurangi
1−48
sampai dengan
1  :  200
Dibagi
1:200
Dibanding
kantor/lembaga
Atau
kantor  /  lembaga
baris baru
habis. Lalu, …
Selesai
habis . Lalu, …
Perkalian
4,5
Desimal
4, 5
urutan/deret
2.3 Akibat Salah Pemakaian Tanda Baca
            Pemakaian tanda baca jangan dianggap tidak penting, jikalau ada kesalahan dalam pemakaian tanda baca akan mengakibatkan salah pengertian jika dipandang dari sisi benar maupun baiknya suatu karya tulis ilmiah. Contoh berikut mudah-mudahan dapat membantu kita sekalian dalam menulis karya ilmiah yang baik dan benar tentunya. Contoh:
1) Semisal dalam nama jabatan, pemakaian tandanya dicontohkan sebagai berikut.
a) 1  Prof. Dr. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos., M.si                      SALAH
    2  Prof. DR. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos. M.si                      BENAR
b) 1  Di manakah dr. Ageng Mkes bertugas  ?                               SALAH
    2  Di manakah Dr. Ageng M.kes. bertugas ?                             SALAH
         3  Di manakah dr. Ageng, M.kes. bertugas?                              BENAR
2.4 Solusi Agar Tidak Salah Menggunakan Tanda Baca
            Ada banyak sekali tanda baca (tanda ulang, tanda penyingkat aprostrop, tanda kurung siku, tanda elipsis, dll.). Namun yang menjadi kajian dalam makalah ini hanya beberapa tanda saja. Solusi terbaik agar tidak salah dalam menggunakan tanda baca adalah berlatih dan belajar dengan sungguh-sungguh, apalah arti ilmu kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyak referensi terlengkap yang menjadi rujukan untuk mengetahui bermacam-macam tanda baca serta penggunaanya, salah satunya adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
              Berdasarkan pembahasan di muka, dapat ditarik 4 butir kesimpulan berikut.
1) Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.
2) Tanda baca dalam penggunaannya dapat dilihat pada bahasan di atas, bukan soal tahu saja tapi harus dipahami lebih dalam tentang permasalahan yang seri muncul (salah penggunaan tanda baca) dalam karya tulis ilmiah.
3) Salah dalam menggunakan tanda baca akan menyebabkan kesalahan yang sangat fatal yang tanpa disadari kalaupun sebelumnya belum mengetahui hal tersebut.
4) Sarana belajar dan giat berlatih merupakan jalan keluar dari masalah yang terkadang timbul akibat salah dalam penulisan tanda baca.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan, diajukan saran-saran konstruktif kepada pihak-pihak sebagai berikut.
Pertama, pihak penulis karya tulis ilmiah yang belum memahami penggunaan tanda baca secara baik dan benar hendaknya belajar dari fasilitas yang ada seperti media internet atau buku, agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam penggunaan tanda baca dapat dicegah sedini mungkin.
Kasus di lapangan yang muncul yaitu kurangnya perhatian para penulis karya ilmiah yang kurang tahu mengenai seluk beluk membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Contohnya, dalam membuat makalah, sebagian besar mungkin berpendapat bahwa makalah harus menyertakan kata pengantar, untuk apa hal tersebut, makalah tidak butuh kata pengantar, karena makalah adalah kertas kerja bukan seperti buku.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi XVI. Jakarta: Depdiknas & Balai Pustaka.
Yunus, S. 2012. “Penggunaan EYD dalam Penulisan Surat”. www.kompasiana.com.
Jupriono, D. 2012. Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah. Surabaya: Untag 1945 Surabaya.

SURAT LAMARAN KERJA

Sukabumi . 17 Februari 2017 Perihal : Lamaran Kerja Lam     : - KepadaYth : Bapak/ibu Bagian Personalia/HRD PT.  ANGIN RI...